CONTOH LAPORAN STUDI WISATA SMA KE BOGOR
LAPORAN
STUDI WISATA KE BOGOR-BANDUNG
SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA
TAHUN AJARAN 2013/2014
(Laporan ini disusun sebagai bentuk
pertanggungjawaban setelah mengikuti program studi wisata ke Bogor-Bandung)
|
Disusun oleh :
1.
Ainur Rofikoh
2.
Dewi Nasita
3.
Eti Setyawati
4.
Laelatun
Ni’mah
5.
Uswatun
Hasanah
KELAS XI IPS 3
|
SMA
NEGERI 1 KEDUNGREJA
Jl.
Raya Tambaksari Tromol Pos 212 Telp (0280)7100218 kode pos 53263
Kedungreja
– Kab. Cilacap
Tahun
Ajaran 2013/201
PENGESAHAN
Laporan
studi wisata ini telah disetujui dan disahkan sebagai bentuk pertanggung
jawaban setalah mengikuti studi wisata di SMA Negeri 1 Kedungreja Tahun Ajaran
2013/2014 pada
hari,tanggal :
tempat : SMA Negeri 1 Kedungreja
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Kedungreja Pembimbing
SUMARSONO,S.Pd.,M.Pd SRI HARTATI, S.Pd
NIP. 196707121994121006
NIP. 1973050 19903 2 007
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO :
1.
Berdo’alah kepada Tuhan, karena
Dia adalah sumber dari segala kehidupan.
2.
Suatu usaha yang anda mulai,
janganlah putus asa sebelum anda berhasil.
3.
Bersikaplah jujur walaupun
kejujuran itu terkadang menyakitkan, setia pada janji dan berpegang teguh pada
prinsip.
4.
Lakukan semua kegiatan dengan
penuh rasa ikhlas tanpa paksaan.
5.
Ilmu tanpa diamalkan ibarat ilmu
tak beratap.
6.
Keraguan akan menimbulkan hasil
yang tidak maksimal.
7.
Semakin cepat suatu pekerjaan
dimulai, semakin cepat pula pekerjaan tersebut selesai.
PERSEMBAHAN
Laporan studi wisata ini kami
persembahkan kepada :
1.
Bapak Sumarsono, S.Pd.,M.Pd.,
selaku kepala SMA Negeri 1 Kedugreja.
2.
Ibu Sri Hartati, S.Pd, selaku
pembimbing dalam pembuatan laporan studi
wisata.
3.
Bapak dan Ibu Guru serta staf karyawan
di SMA Negeri 1 Kedungreja.
4.
Siswa-siswi SMA Negeri 1 Kedungreja.
5.
Pihak-pihak yang terlibat secara
langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan studi wisata.
Tiada kata yang pantas selain
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya.
PRAKATA
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa menurunkan rahmat bagi makhluk-Nya,
sehingga kami dapat menyelesaikan karya
tulis yang berjudul “Laporan Studi Wisata ke Bogor-Bandung SMA Negeri 1
Kedungreja” ini dengan baik sebagai bentuk pertanggung jawaban setelah
mengikuti studi wisata ke Bogor-Bandung di SMA Negeri 1 Kedungreja.
Dengan
selesainya karya tulis ini kami menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1.
Bapak Sumarsono, S.Pd.,M.Pd.,
selaku Kepala SMA Negeri 1 Kedungreja.
2.
Ibu Sri Hartati, S.Pd, selaku
pembimbing yang telah memberikan arahan dan ilmu kepada kami tentang
sistematika penyusunan karya tulis ini.
3.
Dewan Guru dan staf Tata Usaha di SMA Negeri 1 Kedungreja.
4.
Semua pihak yang telah membantu secara
langsung maupun tak langsung dalam penyusunan laporan studi wisata ini.
Kami menyadari bahwa
dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari bergabagi pihak
demi perbaikan agar lebih baik kedepannya. Semoga laporan karya tulis ini dapat
bermanfaat bagi semua.
Kedungreja, Maret
2014
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL i
HALAMAN
PENGESAHAN ii
MOTTO
DAN PERSEMBAHAN iii
PRAKATA iv
DAFTAR
ISI v
BAB
I PENDAHULUAN
A. Dasar Kegiatan 1
B. Tujuan Kegiatan 1
C. Nama Kegiatan 1
D. Peserta Kegiatan 1
E. Objek Wisata 1
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Istana Bogor 2
B. Institut Pertanian Bogor 3
C. Musem Telekomunikasi TMII 5
D. Museum KAA 6
E. Trans Studio Bandung 7
F. Cibaduyut 8
BAB III PENUTUP
A. Simpulan 11
B. Saran 11
DAFTAR
PUSTAKA 12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Dasar
Kegiatan
Dasar-dasar
dilaksanakannya studi wisata ini adalah
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional,
2. Surat Keputusan Kepala Sekolah Nomor
879/1210/14 tentang Pembentukan Panitia Studi Wisata ke Bogor-Bandung,
3. Program Kerja Waka Humas SMA Negeri 1
Kedungreja,
4. Program Kerja OSIS SMA Negeri 1
Kedungreja Periode 2013/2014,
5. Rapat Pengurus Kelas XI SMA Negeri 1
Kedungreja, tanggal 21 September 2013 tentang Kegiatan Studi Wisata.
B.
Tujuan Kegiatan
a. Mengetahui bukti secara langsung
peninggalan sejarah.
b. Menambah wawasan bagi pelajar.
c. Mengetahui tentang kota Bogor dan
Bandung.
d. Menambah ilmu pengetahuan.
e. Mewujudkan kreatifitas siswa.
f. Sebagai sarana rekreasi bagi siswa.
C.
Nama Kegiatan
Nama kegiatan ini adalah ”Studi Wisata ke Kota
Bogor-Bandung”
D.
Peserta Kegiatan
Kegiatan ini di ikuti oleh :
1. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kedungreja
sejumlah
2. Guru pendamping dan komite sekolah
sejumlah
E.
Objek Wisata
Adapun tempat yang kami kunjungi antara lain sebagai
berikut :
·
Istana
Bogor
·
Fakultas
Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor
·
Musem
Telekomunikasi Taman Mini Indonesia Indah
·
Museum
Konferensi Asia Afrika
·
Trans
Studio Bandung
·
Cibaduyut
BAB
II
PELAKSANAAN KEGIATAN
Kami berangkat ke Bogor-Bandung pada
tanggal 5 Januari pada kurang lebih pukul 19.30 WIB dengan menggunakan bus
pariwisata “Dhita Wisata” berAC. Sebelumnya peserta studi wisata ini berkumpul
dahulu di SMA Negeri 1 Kedungreja dari ba’da maghrig. Sebelum kami sampai di
tempat yang akan dituju, sekitar pukul 23.00 WIB kami mampir ke salah satu
masjid di Tasikmalaya untuk melaksanakan
shalat ‘isya. Setelah sholat kami melanjutkan perjalanan kembali hingga sekitar
pukul 04.00 WIB kami sampai di penginapan Islamic Center, Bekasi. Kami menginap
di sana selama dua hari.
Kunjungan wisata ke Bogor-bandung
memberikan banyak pengetahuan bagi kami, diamana kami dapat mengetahui sejarah
dari tempat-tempat yang kami kunjungi.
Adapun tempat yang kami kunjungi
antara lain sebagai berikut :
·
Istana
Bogor
·
Institut
Pertanian Bogor
·
Musem
Telekomunikasi Taman Mini Indonesia Indah
·
Museum
Konferensi Asia Afrika
·
Trans
Studio Bandung
·
Cibaduyut
A.
ISTANA BOGOR
Objek wisata pertama yang kami kunjungi
yaitu Istana Bogor. Kami berangkat dari penginapan sekitar pukul 07.30 WIB.
Untuk memasuki Istana Bogor, pengunjung harus memakai pakaian resmi dan sepatu.
Ada beberapa teman kami yang tidak mengikuti kunjungan ke tempat ini. Satu
diantaranya tidak diperbolehkan mengikuti kunjungan hari ini karena tidak
membawa baju identitas. Sebagai konsekwensi teman tersebut tetap tinggal di
penginapan. Yang lainnya tidak diperkenankan mengikuti kunjungan karena kondisi
fisik mereka tidak memungkinkan. Mereka tetap tinggal di penginapan agar fisik
mereka cepat pulih.
Istana bogor merupakan salah satu dari
enam Istana Presiden Republik Indonesia. Kebudayaan dan fauna yang menonjol.
Salah satunya adalah adanya rusa yang indah yang didatangkan lanhsung dari
Nepal dan tetap terkenal dari dulu sampai sekarang.
Istana Bogor dahulu bernama Buitenzorg atau
Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”.
Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari
38 Gubernur Jendral Belanda dan satu orang Gubernur Jendral Inggris. Pada tahun
1744 Gubernur Jendral Gustaaf Willem Baron Van Imhrof terkesima akan kedamaian
sebuah kampung kecil di Bogor (kampung baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan
Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah
pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jendral.
Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus
1744 dan berbentuk tingkat tiga. Pada awalnya merupakan tempat peristirahatan,
ia sendiri yang membuat sketsa dan membangunya dari tahun 1745-1750, mencontoh
arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malbrorough, dekat kota Oxford di
Inggris. Berangsur angsur, seiring dengan waktu perubahan-perubahan kepada
bangunan awal dilakukan selama masa Gurbernur Jendral Belanda maupun Inggris
(Herman Willem Deandles dan Sir Stamford Raffles), bentuk bangunan istana Bogor
telah mengalami berbagai perubahan. Sehiangga yang tadinya merupakan rumah
peristirahatan berubah menjadi bangunan istana peladilan dengan luas halamannya
encapai 28,4 hektar dan luas bangunan
14.892 m².
Namun, musibah datang pada tanggal 10
Oktober 1834 gempa bumi mengguncang akibat meletusnya Gunung Salak hingga
istana tersebut rusak berat. Pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali,
tetapi tidak bertingkat lagi karena disesuaikan dengan situasi daerah yang
sering gempa itu. Pada masa pemerintahan Gubrnur Jendral Albertus Jacob
Duijmayer va Twist (1851-1856) bangunan lama sisa gempa itu dirubuhkan dan
dibangun dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19.
Pada tahun 1870, Istana Buitenzorg
dijadikan tempat kediaman resmi dari Gubernur Jendral Hindia Belanda, Penghuni
terakhir Istana Buitenzorg itu adalah Jendral Tjarda van Starkenborg
Stachourwer yang terpaksa harus menyerahkan istana ini kepada Jendral Mamura,
pemerintah pendudukan Jepang.
Pada tahun 1950, setelah masa
kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia,
dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia. Pada tahun 1968
Istana Bogor resmi dibuka untuk kunjungan umum atas restu dari Presiden
Soeharto. Arus pengunjungan dari luar dan dalam negeri setahunnya mencapai
sekitar 10 ribu orang.
B.
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Dari Istana Bogor, sekitar pukul 09.00
WIB kami menuju objek studi wisata yang
kedua, yaitu Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah
sebuah perguruan tinggi pertanian negeri yang berkedudukan di Bogor. IPB
melepaskan diri dari Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 1 September 1963.
Rektor IPB untuk periode 2012-1017 adalah Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto,
M.Sc.
Berdasarkan hasil keputusan rapat pleno
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tanggal 21 Februari 2013,
BAN-PT memutuskan bahwa Institut Pertanian Bogor (IPB) memperoleh status
terakreditasi dengan Nilai 375 yaitu peringkat A (sangat baik).
Institut Pertanian
Bogor adalah lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan
bentukan dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan
yang telah dimulai pada awal abad ke-20 di Bogor. Sebelum perang duia II,
lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare landbouwschool Middelbare
Bosbouwschool dan Nederlandsch
Veeartsenschool Landbouwschool.
IPB saat ini berlokasi
di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Profinsi Jawa Barat.
Lahirnya IPB pada
tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan
Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/9163 yang kemudian disahkan oleh Presiden RI
pertama dengan Keputusan No. 279/1965. Pada saat itu, dua fakultas di Bogor
yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas
Pertanian, Fakultas Kedokteran, Fakultas Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas
Peternakan dan Fakultas Kehutanan. Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi
dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.
Pada tanggal 26
Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan
PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum
Milik Negara (BHMN).
Tahun 2005 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai
pengganti sistem kurikulum nasional. Sistem ini hanya diterapkan di IPB. Setiap
mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua
atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya.
Fakulatas
Teknologi Pertanian (Fateta) Institut Pertanian Bogor memiliki 4 departemen. Keempat
departemen tersebut yaitu :
a. Departemen Teknik Mesin dan Biosistem
b. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan
c. Departemen Teknologi Industri Pertanian
d.
Departemen
Teknik Sipil dan Lingkungan
Fateta dilengkapi dengan unit
F-Technopark dan unit pusat Informasi Teknologi Pertanian (PITP), yang
didalamnya terdapat perpustakaan.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi,
Feteta IPB juga memiliki visi, berikut adalah visi Fateta : “Fateta sebagai lembaga
pendidikan tinggi terkemuka yang diakui secara internasional dalam bidang
teknologi pertanian, dan kompetisi inti pada rekayasa biosistem dan teknologi
informasi untuk pertanian tropika yang spesifik lokal. Lulusan Fateta adalah
SDM profesional yang bermoral tinggi dan mampu bersaing di kawasan Asia
Tenggara.”
Selain memiliki visi, Fateta IPB juga
memiliki misi, berikut adalah misi Fateta IPB: “Penyelenggaraan pendidikan dan
teknologi multisastra melalui jalur akademik dan profesional dibidang teknologi
pertanian yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta kurikulum
yang efisien dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Penyelenggaraan
penelitian dasar dan terapan dalam bidang teknik pertanian, teknologi pangan
dan teknologi industri pertanian dengan memanfaatkan indigenous teknologi dan sumber daya lokal.”
Pelaksanaan kegiatan pelayanan
masyarakat secara professional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dan peran aktif pada proses modernisasi sistem pertanian yang berkelanjutan.
Fateta juga memiliki kebijakan mutu
yaitu : Fateta secara efisien menghasilakan lusan bermutu tinggi dengan
kompetisi bersertifikat yang sesuai dengan tuntutan konsumen dan kemampuan
berkarya dibidangnya, didukung oleh komitmen yang terlibat dalam proses
pendidikan.
Berikut adalah struktur organisasi
Fateta
Dekan
: Dr.
Ir. Sam Herodian, M.S.
Wakil
Dekan : Dr. Ir.
Sugiyono, M.App.Sc.
KTU
Fakultas : Yadi
Suryadi, S.E.
C.
MUSEUM TELEKOMUNIKASI TAMAN MINI INDONESIA INDAH
Usai bermain dan belajar di Fateta IPB rombongan melanjutkan ke objek
selanjutnya yaitu Taman Mini Indonesia Indah. Kami sampai di tempat tujuan
sekitar pukul 15.00 WIB. Mulanya kami berniat mengunjungi Museum Kelistrikan,
namun ternyata museum tersebut tutup. Lalu kami berputar menuju Museum
Keprajuritan. Tampaknya kami kurang beruntung, museum tersebut tutup juga.
alhasil kami mencari museum yang masih buka, dan kami menemukan Museum
Telekomunikasi.
Museum Telekomunikasi berada di bagian depan kawasan Taman Mini
Indonesia Indah berdampingan dengan Museum Olahraga dan Bayt al-Quran di dekat pintu
utama. Ciri khas museum ini beratap kubah warna biru dengan keberadaan di
depannya sebuah Monumen Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada yang berdiri tegak
sambil mengacungkan keris. Adegan ini mengingatkan pada satelit komunikasi
pertama Indonesia yang diberi nama Palapa, sesuai jiwa Sumpah Palapa menyatukan
nusantara. Gedung museum meliputi bangunan induk untuk ruang pameran dan
pengelolaan serta ruang penerima tamu di bagian depan.
Museum
Telekomunikasi memamerkan berbagai koleksi dan informasi mengenai perkembangan
pertelekomunikasian di Indonesia pada masa sebelum-masa perang-awal
kemerdekaan, Orde Baru, dan masa depan telekomunikasi dunia, termasuk alat
komunikasi dari masa ke masa. Alat telekomunikasi pra elektrik antara lain meliputi
alat komunikasi tiup, kentongan/gendering, bedug, gong, dan lonceng. Alat
telekomunikasi masa elektrik antara lain telegraph morse, sentral telepon
manual lokal baterai, dan diorama pemancar radio perjuangan YBJ-6.
Alat
komunikasi sekarang dibagi menjadi analog dan digital. Alat komunikasi analog
meliputi pesawat teleprinter/teleks, sentral telepon otomat analog, maket
jaringan telekomunikasi nasional dan maket SKGM, serta hambur tropos. Alat
komunikasi digital meliputi planet konfigurasi STKB konvensional dan STKB
cellular, sampel produk PT. INTI, panel STDI-K, panel stasiun bumi kecil,
peluncuran satelit, maket GSO (Geo Statistik Orbit) panel konfigurasi SKI,
panel Intelsat/Inmarsat, serta Pasopati (Paduan Solusi Pelayanan Teknologi
Informasi) atau ISDN (Integrated System Digital Network).
Perkembangan
teknologi komunikasi yang pesat semakin memperpendek jarak. Kehadiran
videophone dan internet mempertegas fungsi alat komunikasi yang tidak hanya
terbatas sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai multimedia. Museum ini
juga menampilkan diorama dan maket pemanfaatan multimedia, meliputi Solution
for Enterprise Network, Elektronik Mega Mall (EMM), dan System Satelit Iridium.
Masyarakat
umum dapat memanfaatkan museum ini sebagai sarana belajar dengan dilengkapi
sarana teater dengan koleksi film dokumenter perkembangan teknologi
telekomunikasi dan film animasi si Ponix; ruang elshop, ruang Info dan demo
produk barang/jasa telekomunikasi, ruang rapat, warung telekomunikasi, dan
warung internet.
D.
MUSEUM KAA
Tempat studi wisata pertama dihari ke-2
ini adalah Konferensi Asia Afrika. Usai berbenah dan sarapan, sekitar pukul
08.00 pagi kami meluncur.
Konferensi Asia Afrika yang kita kenal
dalam sejarah adalah sebuah konferensi tingkat tinggi yang pernah digelar oleh
negara-negara Asia dan Afrika pada 18-24 April 1955. Konferensi ini dihadiri
oleh 29 negara dan diselenggarakan di Bandung
Tujuan Konferensi Asia Afrika adalah
untuk mempererat karja sama ekonomi dan kebudayaan diantara negara-negara Asia
dan Afrika serta menolak kolonialisme dan imperialisme barat pada masa itu.
Konfernsi ini pada tahap selanjutnya menginspirasi terbentuknya gerakan Non
Blok pada 1961.
Gedung Merdeka dan
Museum KAA
Gedung yang dipakai sebagai tempat
pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika sekarang dikenal sebagai Gedung
Merdeka atau Museum Konferensi Asia Afrika atau kadang terbolak-balik bila kita
belum pernah berkunjung langsung kesana.
Sebenarnya secara keseluruhan gedung ini
memiliki dua bangunan pokok, yang satu disebut Gedung Merdeka dan satu lagi
yang berdiri disampingnya adalah Museum Konferensi Asia Afrika. Gedung Merdeka
adalah tempat yang dipakai sebagai ruang sidang utama sedangkan Museum
Konferensi Asia Afrika adalah tempat yang dipakai untuk menyimpan segala
memorabilia yang berkaitan dengan konferensi itu. Pengelolaan Gedung Merdeka
menjadi hak dan tanggung jawab Pemerintah Profinsi Jawa Barat. Sedangkan Museum
Konferensi Asia Afrika menjadi kewenangan Kementrian Luar Negeri Republik
Indonesia.
Sebagai ruang penyimpanan memorabilia,
di ruang museum ada replika patung Presiden Soekarno sedang berpidato di podium
dan berada di lator belakangnya adalah para pemimpin negara-negara yang lain.
Ada juga foto-foto, kamera kuno serta mesin ketik yang digunakan utuk
mendokumentasikan pertemuan. Di dinding ruangan terdapat banyak kliping dari
media massa yang diperbesar.
Sejarah
Gedung
Dahulu pada jaman kolonial Belanda,
bangunan Gedung Merdeka dan Museum KAA disebut Societeit Concordia. Sebuah Societeit
pada zaman itu adalah tempat untuk bersosialisasi, tempat pertemuan, tempat
berekreasi masyarakat Belanda terutama para pembesar kaya yang tinggal di Bandung.
Pada malam hari, terutama pada hari libur, Societeit akan dipenuhi pengunjung
yang menikmati pertunjukan kesenian, makan malam, minum-minuman, dan berdansa.
Gedung Societeit ini pada awal dibangun
pada tahun 1895 hanya berupa tempat sederhana, tetapi sejak tahun 1921 dibangun
kembali dengan arsitektur modern bergaya art deco. Dengan perancang sekelas
C.P. Wolff Schoemaker, Societeit ini berubah menjadi sangat glamour, mewah dan
paling eksklusif di nusantara saat itu. Lantainya dari marmer Italia, lampu
hias dari Kristal, dan ruangan yang luas untuk pertunjukan. Luas tanahnya
secara keseluruhan tidak kurang dari 7500 m².
Tahun 1955 gedung Societeit Concordia
dipilih sebagai tempat utuk penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika karena
gedung pertemuannya yang paling besar dan paling megah di Bandung dan lokasinya
yang berada di tengah-tengah kota, berdekatan dengan hotel-hotel terbaik yang bisa
dijadikan tempat menginap para delegasi. Sesaat sebelum penyelenggaraan
konferensi oleh Presiden Soekarno, gedung ini kemudian diganti namanya menjadi
Gedung Kemerdekaan.
E.
TRANS STUDIO BANDUNG
Usai bernostalgia di Konferensi Asia
Afrika, kami meluncur menuju arena rekreasi Trans Studio Bandung. Sekitar pukul
12.00 WIB rombongan tiba di Trans Studio Bandung.
Trans Studio Bandung terdapat di Bandung
Super Mall (BSM) dan baru dibuka untuk umum pada Sabtu (18/6/2011). Berada
dalam satu kawasan Trans Studio. Meskipun baru dibuka kemarin-kemarin namun
Trans Studio Bandung sudah dikunjungi oleh jutaan pengunjug. Trans Studio
Bandung adalah Indoor Theme Park
terbesar ke dua di Indonesia setelah Makassar. Trans Studio Bandung lebih
spektakuler dan lebih dahsyat dari Trans Studio yang ada di Makassar sehingga
menjadikan Trans Studio Bandung tidak hanya terbesar di Indonesia tapi juga
terbesar di dunia.
Trans Studio Bandung
menyajikan 20 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam
3 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik. Para pengunjung dapat merasakan
bagaimana menjadi seorang bintang di depan kamera serta menjadi orang – orang
di belakang layar dari tayangan – tayangan favorit TRANS TV dan TRANS 7,seperti
Dunia Lain, Jelajah. Si Bolang, dan masih banyak wahana menarik lainnya.
Grand
Opening Trans Studio Bandung diadakan pada tanggal 17 Juni 2011 disiarkan
secara langsung oleh Trans TV, Trans7 dan TV3 dan dibuka
untuk umum mulai tanggal 18 Juni 2011. Grand
Opening ini dihadiri oleh artis-artis ternama papan atas seperti Vidi Aldiano, Sm*sh, 7icons, Slank, Vierra, dan artis Opera Van Java, dan para talent dari Indonesia Mencari Bakat. Dibuka
dengan tarian memukau dari Fay Nabila, Brandon, dan Rumingkang.
Beberapa
wahana diberi judul yang unik, seperti
·
The Lost City yang mencakup wahana
-
Jelajah
-
Kong Climb
-
Sky Pirates
-
Amphitheater
·
Magic Corner
-
Negeri Raksasa
-
Black Heart's
-
Pirate Ship
-
Dragon Raiders
-
Pulau Liliput
-
Dunia Lain
-
Special Effect Action Show
·
Cafe and Resto
-
The Coffee Bean & Tea Leaf
-
Baskin Robbins
-
Corvette Diner
-
Studio Kuring
-
Studio Mie
-
Studio Steak
·
Trans Studio Store, merupakan toko
resmi yang dapat di temui di :
-
2 Store di Studio Central
(Merchandise & Candy)
-
1 Store di Lost City (Merchandise)
-
1 Store di Magic Corner
(Merchandise)
·
Pertunjukkan
Utama (Main Show) di Trans Studio Bandung meliputi :
-
Kabayan Goes to Hollywood
-
Legenda Putra Mahkota
-
Special Effect Action Show
-
Petualangan si Bolang & ZooCrew
-
The New Parade and Laser Show
Wahana-wahana utama di Trans Studio ABndung adalah Yamaha
Racing Coaster, Super Heroes 4D The Rides, Broadcast Museum, Dunlop Trans Car
Racing, Indosat Galaxy Vertigo, Trans City Theatre, Giant Swing, Sibolang The
Rides, Science Center, Dunia Anak. Namun wahana-wahana paling menantang
adrenalin adalah Yamaha Racing Coaster,
Indosat Galaxy Vertigo dan Giant Swing.
Harga tiket masuk Trans Studio Bandung adalah Senin
s/d Jumat : Rp. 150.000,- (Seratus lima puluh ribu rupiah ), Sabtu
- Minggu / Hari Libur : Rp. 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu rupiah )
Tambahan Rp. 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu rupiah ) untuk VIP
Access, untuk Jalur Antrian Cepat dengan Pintu Khusus. Berlaku untuk
seluruh wahana dan atraksi sepuasnya atau dapat berkali-kali.Tiket masuk Trans
Studio menggunakan kartu Mega Cash, harga kartu adalah Rp. 10.000,-. Kartu Mega
Cash dapat digunakan untuk melakukan transaksi di semua outlet di dalam Trans
Studio Theme Park.
F.
CIBADUYUT
Menyebut nama Cibaduyut, maka yang langsung terlintas
adalah sepatu dan jaket serta berbagai asesoris yang terbuat dari bahan kulit.
Pekan lalu, tepatnya Sabtu-Minggu 3-4 Maret 2012, kami sekeluarga mencoba
berwisata belanja di pusat sepatu pusat kota Bandung, yang dulu dikenal dengan
sebutan Paris Van Java ini.
Maka ketika
muncul status di facebook dengan tulisan “Cibaduyut euy....”
teman-teman facebooker langsung menyambar dengan berbagai komentar.
“Jangan lupa jaket kulit, bang”. Atau komentar lain, “Setelah dari Cibaduyut,
mampir-lah di Soreang. Nikmati bajigur rasa duren”.
Cibaduyut
berada di daerah selatan Bandung. Atau kira-kira dari pusat kota sekitar 30
menit. Kawasan ini awalnya ter-kenal dengan sentral sepatu kulit. Kami
rombo-ngan dari Kota Bekasi, datang dari arah jalan tol Jakarta-Cikampek.
Sebelum sampai ke Cikampek, mengambil jalur kiri masuk tol Padalarang.
“Karena kita
dari Bekasi, lebih dekat kalau keluar pintu Tol Leuwi Panjang. Lokasi Cibaduyut
lebih dekat,” kata Usman Lantara, driver kami, pria bujang asal Kota
Makassar yang mencoba urban ke Jakarta. Namun karena ingin bersi-laturahmi dulu
ke keluarga, bablas dulu dan keluar pintu tol Buah Batu.
Wisatawan
domestik yang menggunakan tranportasi darat, bisa keluar melalui Tol Kopo atau
Tol Mochammad Toha. Berbagai oleh-oleh sebagai ciri khas kota Ban-dung bisa
anda dapatkan di sini, seperti peyeum, dodol, opak, dan lain-lain. “Untuk
iseng-iseng makan di perjalanan, saya beli dodol dan pe-yeum,” kata Agung, yang
datang bersama temannya, Pandu, Akbar. Ketiganya mengaku bersahabat, lulusan
MAN 1 Ko-ta Bekasi.
Untuk menuju
ke Cibaduyut, memang tidak sulit. Di tandai dengan patung sepatu yang besar di
depan perempatan sebelum memasuki jalan Cibaduyut, Bandung. Itulah ciri khas
sebagai pertanda bahwa kita sudah memasuki lokasi. Patung sepatu merupakan
lambang dari Jalan Cibaduyut, bahkan satu-satunya yang ada di kota Bandung.
Sepatu, tas
dan dompet merupakan salah satu asesoris yang selalu digunakan dan dibawa, baik
bagi pria maupun wa-nita. Bandung merupakan salah satu sentral pembuatan
asesoris tersebut. Cibaduyut juga dikenal sebagai deretan toko terpanjang di
Asia.
“Produk
sepatu Cibaduyut, tidak kalah de-ngan merek luar negeri. Saya borong sendal
kulit untuk teman-teman di kantor,” kata Erni Yusnita, karyawati Bank
BRI yang sedang diklat di Jakarta. “Murah koq, Rp15.000, sudah dapat dua
pasang,” kata mantan pramugari darat Maskapai Penerbangan Lion Air ini.
Memang tak
hanya Erni yang tertarik datang ke Cibaduyut. Buktinya dengan banyaknya turis
domestik yang juga datang ke sini.
Sepanjang
Jalan Cibaduyut, banyak berdiri toko-toko yang menjual dan menerima pesanan
sepatu. Keistimewaan dari Cibaduyut, bisa melakukan pemesanan. Harganya pun
bervariasi.
BAB III
PENUTUP
Dengan mengucapkan syukur kepada Allah Yang Maha Esa,
kami dapat menyelesaikan pembuatan laporan studi wisata ini sebagai salah satu
pertanggung jawaban kami sebagai siswa. Tidak lupa kami menyampaikan
terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan
ini.
A. SIMPULAN
Setelah
kami melakukan kunjungan wisata ke Bogor-Bandung, pada tanggal 5-8 Januari
2014, kami dapat menyimpulkan beberapa hal, diantranya :
1. Objek yang kita kunjungi dapat menunjang
berbagai bidang studi.
2. Dengan wisata ke objek yang telah kami
kunjung, kami dapat melihat langsung sejarah bangsa kita.
3. Peninggalan-peninggalan dari jaman dulu,
baik yang berupa benda-benda bersejarah, maupun kebudayaan yang terdapat di
berbagai tempat di nusantara sangat berguna bagi kita.
4. Museum yang kami kunjungi, merupakan
museum dengan koleksi yang lengkap.
5. Tempat rekreasi yang kami kunjungi dapat
menyegarkan fisik dan pikiran sehingga segar kembali.
B. SARAN-SARAN
1. Obyek yang di kunjungi sebaiknya tidak
berat sebelah meski berbeda program, agar seluruh siswa merasa puas.
2. Aktifitas guru bidang studi wisata yang
terkait sangat diharapkan bimbingannya.
DAFTAR PUSTAKA
3. http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/03/09/wisata-belanja-ke-pusat-sepatu-cibaduyut-bandung-445550.html
saya salah satu murid yang meninggal dibunuh beberapa hari setelahnya tolong makamkan saya dengan layak tubuh saya masihlq aju3kq b4ntu s4y41ng1n t3n4n6
BalasHapus