Karya Tulis Seni Rupa Pembuatan Lampu Kayu
Karya Tulis Seni Rupa
Pembuatan Lampu Kayu
![]() |
Disusun
oleh :
Dewi
Nasita
Bangkit
Triono
Novita
Sari
Rina
Kelas
XII IPS 3
SMA
Negeri 1 Kedugreja
Jalan
Raya Tambaksari Tromol Pos 212 Cilacap 53264
Periode
2014/2015
PENGESAHAN
Karya tulis seni budaya ini telah
disetujui dan disahkan sebagai bentuk pertanggung jawaban dalam mata pelajaran
Seni Budaya di SMA Negeri 1 Kedungreja Tahun Ajaran 2014/2015 pada
hari :
tanggal :
Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Kedungreja Pembimbing
SUMARSONO,S.Pd.,M.Pd Ratiman, S.Pd.,
NIP. 196707121994121006
NIP.
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO :
1.
Berdo’alah
kepada Tuhan, karena Dia adalah sumber dari segala kehidupan.
2.
Suatu
usaha yang telah anda
mulai, janganlah putus asa sebelum anda berhasil.
3.
Bersikaplah
jujur walaupun kejujuran itu terkadang menyakitkan, setia pada janji dan
berpegang teguh pada prinsip.
4.
Lakukan
semua kegiatan dengan penuh rasa ikhlas tanpa paksaan.
5.
Ilmu
tanpa diamalkan ibarat elang tak bersayap.
6.
Keraguan
akan menimbulkan hasil yang tidak maksimal.
7.
Semakin
cepat suatu pekerjaan dimulai, semakin cepat pula pekerjaan tersebut selesai.
PERSEMBAHAN
Karya tulis seni budaya ini kami persembahkan kepada
:
1.
Bapak
Sumarsono, S.Pd.,M.Pd., selaku kepala SMA Negeri 1 Kedugreja.
2.
Bapak Ratiman,
S.Pd, selaku pembimbing dalam pembuatan karya
tulis seni budaya.
3.
Bapak
dan Ibu Guru serta staf karyawan di SMA Negeri 1 Kedungreja.
4.
Siswa-siswi
SMA Negeri 1 Kedungreja.
5.
Pihak-pihak
yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya tulis
seni budaya.
Tiada kata yang pantas selain ucapan terima kasih.
PRAKATA
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa menurunkan rahmat
bagi makhluk-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Karya tulis seni budaya Pembuatan
Lampu kayu” ini dengan baik sebagai bentuk pertanggung jawaban dalam mata
pelajaran Seni Budaya di SMA Negeri 1 Kedungreja.
Dengan selesainya karya tulis ini kami menyampaikan rasa
terima kasih kepada :
1. Bapak Sumarsono, S.Pd.,M.Pd.,
selaku Kepala SMA Negeri 1 Kedungreja.
2. Bapak
Ratiman, S.Pd,
selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan ilmu kepada kami tentang
sistematika penyusunan karya tulis ini.
3. Dewan Guru dan staf Tata Usaha di SMA Negeri 1 Kedungreja.
4. Semua pihak yang telah membantu secara
langsung maupun tak langsung dalam penyusunan karya tulis seni budaya ini.
Kami
menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai
pihak demi perbaikan agar lebih baik kedepannya. Semoga laporan karya tulis ini
dapat bermanfaat bagi semua.
Kedungreja, Februari 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ____________________________________________________ i
HALAMAN
PENGESAHAN _____________________________________________ ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN __________________________________________ iii
PRAKATA
____________________________________________________________ iv
DAFTAR
ISI ___________________________________________________________ v
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang _________________________________________________ 1
B. Rumusan Masalah _______________________________________________ 1
C. Tujuan
Penulisan ________________________________________________ 1
D. Manfaat Penulisan ____________________________________________ __ 1
BAB
II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Bahan
______________________________________________________ __ 2
B. Alat
________________________________________________________ __ 2
C. Langkah
membuat ____________________________________________ __ 3
BAB III PENUTUP
A. Simpulan
____________________________________________________ __ 7
B. Saran
_______________________________________________________ __ 7
DAFTAR
PUSTAKA _____________________________________________________ __ 8
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Berdasar
dimensinya, seni rupa digolongkan menjadi dua. Yaitu seni rupa 2 dimensi, dan
seni rupa 3 dimensi. Seni rupa 2 dimensi memiliki dimensi tinggi dan panjang,
contohnya lukisan, foto, dll. Sedangkan seni rupa 3 dimensi memiliki dimensi
panjang, lebar dan tinggi. Contohnya patung.
Sedangkan
menurut fungsinya, seni rupa digolongkan menjadi dua. Pure Art (seni
murni) dan Applied Art (seni terapan). Seni murni hanya diambil nilai
estetikanya saja, sedangkan seni terapan dapat di gunakan (terapkan) untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contoh seni murni adalah lukisan. Contoh seni
terapan adalah meja, kuris, kompor, dll.
Dalam
tugas kali ini kami mengambil lampu kayu. Lampu kayu yang kami maksud bukanlah
bola lampu yang terbuat dari kayu, namun desain lampu yang kami usung mayoritas
menggunakan kayu. Kegunaannya pun bermacam-macam. Dapat digunakan sebagai
pajangan, atau dapat digunakan sebagai lampu belajar.
Lampu
kayu ini bahan dan alatnya sangat mudah ditemukan dan cara pembuatannya juga
sangat mudah dilakukan, bahkan tidak perlu merogoh kocek ratusan ribu demi
membuatnya. Namun masyarakat di era globalisasi ini masih kurang mengetahui dan
cenderung berperilaku konsumtif dengan cara membeli secara langsung yang sudah
jadi. Dengan hadirnya karya tulis ini, kami berharap pembaca dapat mengurangi
pola konsumtif dan mengembangkan kreatif dengan cara membuat sendiri lampu
multifungsi ini.
Penyusun
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
saja bahan yang diperlukan dalam pembuatan lampu kayu ini?
2. Apa saja alat yang dibutuhkan untuk membuat lampu kayu
ini?
3. Bagaimana cara membuat lampu kayu ini?
C.
Tujuan Penulisan
1. Mengetahui bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan
lampu kayu.
2. Mengetahui peralatan yang dibutuhkan untuk membuat lampu
kayu.
3. Mengetahui cara membuat lampu kayu.
D.
Manfaat
Setelah membaca karya tulis ini, pembaca dapat :
1. meningkatkan kreativitas pembaca,
2. mengurangi pola konsumtif diri sendiri maupun masyarakat,
3. menciptakan usaha seni kriya.
BAB
II
ISI
A. Bahan-bahan
Untuk
membuat lampu kayu, bahan-bahan yang diperlukan adalah
ü Batok kelapa
Sebelum digunakan, batok kelapa dibersihkan terlebih
dahulu sampai serabutnya tidak ada. Supaya halus amplas bagian luar batok.
ü Ruas bambu
Ruas bambu yang dibutuhkan adalah ruas paling bawah
beserta akar serabutnya. Bersihkan akar serabutnya dari tanah, bilas dengan air
hingga bersih.
ü Papan
Papan yang digunakan terbuat dari kayu keras (jati,
cendana, dll). Amplas hingga halus.
ü Kabel
Kabel yang digunakan adalah kabel kecil dengan panjang
sekitar 1 m.
ü Vitingan lampu
Vitingan lampu yang digunakan adalah vitingan tempel
dengan ukuran sedang.
ü 4 mur kecil
Mur yang digunakan berukuran sekitar 1 cm.
ü Bola lampu
Bola lampu yang digunakan dapat bervariasi, bisa lampu
yang sinarnya kuning, biru, putih, maupun merah. Pilih sesuai kebutuhan.
ü Pewarna
Pewarna ini digunakan untuk mewarnai bagian-bagian
kerajinan ini setelah jadi. Bisa menggunakan cat kayu, atau menggunakan klir
agar kayu terlihat asli dan mengkilap, atau pernis untuk memberi efek warna
kekayuan.
B.
Alat-alat
ü Obeng
ü Golok
ü Mesin Bor
ü Amplas
ü Kuas
ü Tatah
C.
Cara
Membuat
1. Pastikan bahan dan alat lengkap.


2. Lubangi bambu dengan bor, buatlah 2 lubang untuk
menempelkan bambu dengan batok, lalu buat 1 lubang lagi dibagian belakang bambu
untuk tempat masuk kabel.

3. Lubangi batok kelapa dengan bor, buatlah 2 lubang. Jarak
2 lubang itu harus sesuai dengan jarak 2 lubang yang

4. Masukkan kabel melalui bambu bagian belakang dan menembus
batok kelapa.




5. Tarik kabel, lalu kupas kulit luar kabel dan kulit pada
kabel inti, sehingga nampak serabut tembaga kabel.


6. Buka mur pada bagian dalam dudukan lampu
7.
Kaitkan tembaga pada 1 mur, lalu kencangkan dengan obeng
Kaitkan tembaga pada 1 mur, lalu kencangkan dengan obeng![]() |
8. Lakukan yang sama pada tembaga satunya.
9. Pasangkan vitingan pada batok dengan kencang. Sebelum
memasang vitingan, buatlah 2 lubang pada batok yang pas dengan lubang pada
vitingan. Dapat dilubangi dengan bor.

10. Paskan salah satu lubang pada batok kelapa pada salah
satu lubang pada bambu.
11. Setelah pas, masukkan mur melalui bagian dalam batok
kelapa sampai menembus bambu, kencangkan dengan obeng.
12. Lakukan yang sama pada lubang satunya.
13. Bagian atas telah siap. Sebelum membuat bagian dasar, cek
dulu apakah kabel dan dudukannya berfungsi dengan baik. Apabila tidak, cek
kembali dudukan lampu. Apabila masih belum menyala gantilah dengan kabel yang
baru
14. Buatlah lubang pada papan dengan selisih diameter papan
lebih besar 0,5 cm dari diameter bambu.

15. Gambar lingkaran pada papan sesuai dengan lingkar bambu.
Lubangi papan dengan bor menurut garis melingkar tadi. Lalu pahat bagian lubang
dengan tatah atau alat tajam lainnya.

16. Setelah lubang pada papan selesai, masukkan bambu pada
papan.
17. Jika masih terlalu longgar, dapat disisipi dengan serpihan
ketika melubangi papan.
18. Lampu dapat dipercantik denga diberi warna sesuai
keinginan.
19.
Lampu
kayu yang unik siap digunakan.
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
A.
Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.
Sejak munculnya barang-barang produk modern, barang hasil
karya seni kerajinan lampu kayu sudah tidak menjadi minat dikalangan masyarakat
,karena masyarakat lebih menyukai hasil produk modern.
2.
Harga bahan baku yang kian melambung tinggi menyebabkan
para pengrajin lampu kayu enggan memproduksinya kembali.
B. Saran
Dari uraian di atas penulis ingin mengemukakan
bebrapa sran. Adapun saran yang ingin penulis sampaikan antara lain:
1. Untuk tetap
melestarikan seni lampu kayu hendaknya di buat sebuah lembaga desa yang bisa
memasarkan hasil produksi lampu kayu.
2. Bagi para
pengraji hendaknya lebih kreatif lagi dalam pembuaatan lampu kayu sehingga
konsumem lebih tertarik dalam penggunaan lampu kayu tersebut.
DAFTAR PUSTAKA


Komentar
Posting Komentar