CONTOH LAPORAN PENELITIAN TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA SMA
LAPORAN
PENELITIAN
TINGKAT
KEDISIPLINAN SISWA SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA
Laporan ini
ditujukan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia kelas XI IPS semester 2
![]() |
|
Disusun oleh :
1.
Ainur Rofikoh
2.
Dewi Nasita
3.
Eti Setyawati
4.
Laelatun
Ni’mah
5.
Uswatun
Hasanah
KELAS XI IPS 3
|
DINAS
PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA
TAHUN PELAJARAN
2013/2014
PENGESAHAN
Laporan
dengan judul “TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA” dengan tujuan
untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia telah disetujui dan disahkan oleh
pembimbing pada :
hari, tanggal :
tempat : SMA Negeri 1 Kedungreja
Kedungreja, Maret 2014
|
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Kedungreja
Drs. Sumarsono, S.Pd., M.Pd.
NIP. 19670712 199412 1 006
|
Guru Pembimbing
Sri Hartati, S.Pd
NIP. 19730505 199903 2 007
|
MOTTO
Ø Kita melihat kebahagiaan itu seperti
pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri tetapi selalu berada
di atas kepala orang lain.
Ø Teman sejati adalah ia yang meraih
tangan Anda dan menyentuh hati Anda.
Ø Manusia tidak merancang untuk gagal,
mereka gagal untuk merancang.
Ø Orang pintar adalah orang yang selalu
ingin tahu dan orang bodoh adalah orang yang sok tahu.
Ø Jangan pernah ragu akan sesuatu jika itu
yang terbaik untukmu.
Ø Kegagalan itu tantangan, bukan sekedar
ditangisi tapi direnungi.
Ø Berani mencoba untuk menggapai
cita-cita.
PERSEMBAHAN
Laporan penelitian ini kami persembahkan
kepada :
1. Drs. Sumarsono, S.Pd., M.Pd., selaku
kepala SMA Negeri 1 Kedungreja.
2. Sri Hartati, S.Pd., selaku guru Bahasa
Indonesia.
3. Bapak dan Ibu guru beserta staf dan
karyawan SMA Negeri 1 Kedungreja.
4. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Kedungreja.
Demikian laporan ini
kami susun, semoga bermanfaat bagi segenap pembaca.
Penyusun
PRAKATA
Dengan
mengucap syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan
kesempatan dan kesehatan kepada kami sehingga dapat menyelesaikan laporan yang
kami beri judul “TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA-SISWI SMA NEGERI 1 KEDUNGREJA”.
Laporan ini kami ajukan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia.
Dalam
kesempatan ini kami ingin menyampaikan terimakasih kepada :
1. Sri Hartati,S.Pd., yang telah membimbing
kami dalam penyusunan laporan penelitian ini
2. Taofik Yulianto, selaku narasumber,
serta
3. Para responden yang telah melancarkan
proses penelitian ini.
4. Rekan-rekan penyusun laporan ini
dan
kepada pihak-pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tak langsung
memberi dukungan moril maupun materiil yang tidak dapat kami cantumkan satu
persatu.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari
sempurna, karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak
yang bersifat membangun. Semoga laporan penelitian ini dapat menambah ilmu
pengetahuan bagi pembaca. Sekian dari kami, semoga dapat dijadikan koreksi.
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
PRAKATA ii
DAFTAR ISI iii
PENGESAHAN iv
MOTTO v
DAFTAR ISI iii
PENGESAHAN iv
MOTTO v
PERSEMBAHAN vi
BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar
Belakang 1
b. Rumusan
Masalah 2
c. Tujuan
Penelitian 2
d. Manfaat Penelitian 2
e. Hipotesis 2
BAB II ISI
a. Pengaruh
Kedisiplinan bagi Pendidikan 2
b. Upaya
Untuk Meningkatkan Kedisiplinan 2
c. Faktor yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan 4
BAB III METODOLOGI
a.
BAB III PENUTUP
a. KESIMPULAN 6
b. SARAN 6
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu kewajiban bagi siswa adalah
meningkatkan kedisiplinan. Semakin meningkatnya kedisiplinan semakin meningkat
pula kesadaran siswa untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Tingkat
kedisiplinan yang tinggi akan menjadikan siswa memiliki jiwa intelektual yang
baik. Kedisiplinan yang semakin meningkat dapat menjadi kebiasaan baik yang
tanpa disadari kebiasaan tersebut dapat membentuk pribadi yang baik dan mampu
bertanggung jawab bagi siswa.
Kedisiplinan
merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang
berkualitas. Tanpa adanya kedisiplinan maka kualitas pendidikan akan menurun. Hal
ini menarik kami untuk melakukan penelitian tingkat kedisiplinan siswa SMA Negeri
1 Kedungreja. Dengan penelitian ini kami dapat memberikan motivasi kepada siswa
untuk meningkatkan kedisiplinan siswa SMA Negeri 1 Kedungreja.
B. Rumusan Masalah
a.
Bagaimana pengaruh kedisiplinan terhadap pendidikan
siswa di SMA Negeri 1 Kedungreja?
b.
Bagaimana upaya untuk meningkatkan kedisiplinan
siswa di SMA Negeri 1 Kedungreja?
c.
Apa saja faktor yang dapat menunjang kedisiplinan
siswa di SMA Negeri 1 Kedungreja?
C. Tujuan Penelitian
Penulisan
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa di SMA
Negeri 1 Kedungreja. Serta untuk memenuhi nilai tugas mata pelajaran Bahasa
Indonesia.
D. Metode Penelitian
Metode
penelitian ini adalah
a.
Metode wawancara
Peneliti
melakukan wawancara kepada Bapak Taufik Yulianto.
E. Manfaat Penelitian
Melalui
laporan penelitian ini kita dapat mengetahui seberapa besar kesadaran siwa SMA Negeri
1 Kedungreja terhadap kedisiplinan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGARUH KEDISIPLINAN TERHADAP PENDIDIKAN
Sebagaimana kita ketahui bahwa disiplin
artinya ketaatan kita terhadap satu kesepakatan yang telah kita buat untuk
mencapai tujuan tertentu, dalam hal ini prestasi belajar siswa. Dalam kehidupan
berlaku satu konsep dasar bahwa siapa yang lebih patuh terhadap keputusan
bersama, maka dia akan mendapatkan yang diinginkan.
Dalam
dunia pendidikan, kedisiplinan merupakan harga mati yang harus dibayar oleh
siswa. Kita tidak dapat menerima penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh
siswa. Oleh karena itulah, maka di dalam proses pendidikan dan pembelajaran
kita mengenal adanya reward dan punishment. Kedua hal tersebut merupakan
konsekwensi yang harus diterima siswa, terkait dengan pengaruh disiplin
terhadap prestasi belajar siswa.
Hal
ini harus kita lakukan sebab pengaruh disiplin terhadap prestasi belajar siswa
sangat besar. Ini bukan sebagai ancaman bagi siswa tetapi sebagai ‘pengkondisian’
untuk tumbuh dan mengembangkan sikap disiplin terhadap pola kehidupan siswa.
Pengaruh
disiplin terhadap prestasi belajar siswa ini sifatnya tidak akan sementara
tetapi akan dibawa terus oleh siswa sampai kapanpun. Jadi jika disiplin akan
ditanamkan dalam diri siswa sejak dini, setelah lulus dan dan melanjutkan ke
tingkat studi selanjutnya akan terbawa, bahkan sampai ke dunia kerja mereka
nanti.
Para
guru memiliki peran yang cukup penting terhadap tingkat kedisiplinan siswa di
sekolah. Akan lebih baik lagi, jika para guru di sekolah menanamkan pada siswa
setiap kali proses belajar mengajar berlangsung terkait dengan pengaruh
disiplin terhadap prestasi belajar siswa. Dengan begitu, para siswa seakan
setiap saat diingatkan betapa pentingnya pengaruh displin terhadap prestasi
belajar. Disiplin harus selalu diberikan melalui contoh, tidak hanya berupa
penjelasan yang nantinya dianggap angin lalu oleh siswa.
B.
UPAYA UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN
Masalah kedisiplinan siswa menjadi sangat berarti bagi
kemajuan sekolah itu sendiri. Di sekolah yang tertib akan selalu menciptakan
proses pembelajaran yang baik. Sebaliknya, pada sekolah yang tidak tertib
kondisinya akan jauh berbeda. Meningkatkan disiplin siswa memang penting untuk
dilakukan karena sekolah merupakan tempat bagi generasi calon pemimpin bangsa
menimba ilmu pengetahuan dan berinteraksi dalam dunia keilmuan, disadari atau
tidak oleh siswa, sekolah menjadi salah satu tempat bagi mereka untuk belajar
tentang banyak hal agar kelak menjadi orang yang eksis dan sukses. Disiplin
menjadi salah satu faktor yang dapat membantu seseorang meraih sukses, tidak terkecuali
disiplin pada siswa.
Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban. Tujuan disiplin sekolah adalah untuk menciptakan keamanan dan lingkungan belajar yang nyaman terutama di kelas. Di dalam kelas, Jika seorang guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin menjadi kurang termotivasi dan memperoleh penekanan tertentu, dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai prestasi belajar siswa.
Sebutan orang yang memiliki disiplin biasanya tertuju kepada
orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai
dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang
kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat
menaati peraturan dan ketentuan yang berlaku, baik yang bersumber dari
masyarakat, pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga
tertentu, misalnya sekolah. Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang
baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya.
Membicarakan
disiplin siswa, tidak terlepas dari persoalan perilaku negatif pada diri siswa,
yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Berbagai tindak negatif dilakukan
para pelajar di sekolah dari nyontek, bolos, memeras, sampai pelanggaran diluar
sekolah seperti buat geng, berkelahi atau tawuran,penyalahgunaan narkoba, sex
bebas, mencuri sampai pada pelanggaran-pelanggaran yang lebih membahayakan atau
merugikan diri sendiri dan orang lain. Perilaku siswa terbentuk dan dipengaruhi
oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan, keluarga dan sekolah.
Tidak dapat dipungkiri bahwa sekolah merupakan salah satu faktor dominan dalam
membentuk dan mempengaruhi perilaku siswa.
Beberapa cara yang
dapat dilakukan sekolah adalah:
1. Guru hendaknya bisa menjadi contoh dalam berdisiplin, misalnya tepat waktu. Siswa tidak akan memiliki disiplin manakala melihat gurunya sendiri juga tidak disiplin. Guru harus menghindari kebiasaan masuk menggunakan jam karet, molor dan selalu terlambat masuk kelas.
2. Memberlakukan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas,
sehingga mudah untuk diikuti dan mampu menciptakan suasana kondusif untuk
belajar.
3. Secara konsisten para guru terus mensosialisasikan kepada
siswa tentang pentingnya disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil
optimal, melalui pembinaan dan yang lebih penting lagi melalui keteladanan
Di sekolah seorang siswa
berinteraksi dengan para guru yang mendidik dan mengajarnya. Sikap, teladan,
perbuatan dan perkataan para guru yang dilihat dan didengar serta dianggap baik
oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalam hati sanubarinya dan
dampaknya kadang-kadang melebihi pengaruh dari orang tuanya di rumah. Sikap dan
perilaku yang ditampilkan guru tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari
upaya pendisiplinan siswa di sekolah. Semua bentuk ketidak disiplinan siswa di
sekolah tentunya memerlukan upaya penanggulangan dan pencegahan.
C. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEDISIPLINAN
Kami mengklasifikasikan faktor –
faktor yang mempengaruhi belajar menjadi dua yaitu faktor yang berasal dari
luar diri siswa dan faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Disiplin turut
Perpengaruh terhadap hasil belajar.
Hal ini dapat terlihat pada siswa yang memiliki disiplin
yang tinggi akan belajar dengan baik dan teratur dan akan menghasilkan prsetasi
yang baik pula. Demikian sebaliknya faktor – faktor belajar turut berpengaruh
terhadap tingkat disiplin individu.Hal ini dapat dilihat dari penjelasan faktor
– faktor yang mempengaruhi belajar, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor yang berasal dari
luar diri siswa
Faktor
dari luar dibagi menjadi dua bagian yaitu :
a.
Faktor non–sosial, seperti keadaan udara, suhu udara, waktu, tempat dan alat
– alat yang dipakai untuk belajar. Siswa yang memiliki tempat belajar yang
teratur dan memiliki buku penunjang pelajaran cenderung lebih disiplin dalam
belajar. Tidak kalah pentingnya faktor waktu, siswa yang mampu mengatur waktu
dengan baik akan belajar secara terarah dan teratur.
b.
Faktor sosial,
terdiri atas lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan
lingkungan kelompok. Siswa yang tinggal dalam lingkungan yang tertib tentunya
siswa tersebut akan menjalani tata tertib yang ada di lingkungannya. Seorang
guru yang mendidik siswa dengan disiplin akan cenderung menghasilkan siswa yang
disiplin pula.
2. Faktor yang berasal dari
dalam diri siswa
Faktor
yang berasal dari dalam diri siswa dibagi menjadi dua yaitu:
a.
Faktor fisiologis, yang termasuk dalam faktor fisiologis antara lain,
pendengaran, penglihatan, kesegaran jasmani, keletihan, kekurangan gizi, kurang
tidur dan sakit yang di derita. Faktor fisiologis ikut berperan dalam
menentukan disiplin belajar siswa. Siswa yang tidak menderita sakit cenderung
lebih disiplin dibandingkan siswa yang menderita sakit dan badannya keletihan.
b.
Faktor Psikologis, yang dapat mempengaruhi proses belajar antara lain:
1.
Minat
Minat sangat besar pengaruhnya
terhadap presetasi belajar. Seseorang yang tinggi minatnya dalam mempelajari
sesuatu akan dapat meraih hasil yang tinggi pula. Apabila siswa memiliki minat
yang tinggi terhadap pelajaran akan cenderung disiplin dalam belajar.
2.
Bakat
Bakat merupakan faktor yang besar
peranannya dalam proses belajar. Mempelajari sesuatu sesuai dengan bakatnya
akan memperoleh hasil yang lebih baik.
3.
Motivasi
Motivasi merupakan kondisi
psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Fungsi motivasi
dalam belajar adalah untuk memberikan semangat pada seseorang dalam belajar
untuk mencapai tujuan.
4.
Konsentrasi
Konsentrasi dapat diartikan sebagai
suatu pemusatan energi psikis yang dilakukan untuk suatu kegiatan tertentu
secara sadar terhadap suatu obyek (materi pelajaran).
5.
Kemampuan kognitif
Tujuan belajar mencakup tiga aspek
yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Namun kemampuan kognitif lebih
diutamakan, sehingga dalam menacapai hasil belajar faktor kemampuan kognitif
lebih diutamakan.
Faktor eksternal dan internal
tersebut memiliki peranan yang sangat penting dan sangat diperlukan dalam
belajar. Untuk mencapai hasil yang optimal dalam proses belajar, maka dituntut
adanya keseimbangan di antara keduanya. Jika salah satu faktor tersebut ada kekurangan
akan berpengaruh pada hasil belajar yang dilakukan.
BAB
III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Setelah
peneliti melakukan penelitian tentang
tingkat kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Kedungreja, peneliti dapat
menyimpulkan bahwa tingkat kedisiplinan siswa di SMA Negeri 1 Kedungreja menaik
dari bulan ke bulan. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya kredit poin siswa
di SMA Negeri 1 Kedungreja yang kunjung menurun. Banyak faktor dan aktor yang
menyebabkan naiknya kedisiplinan siswa ini.
Untuk
meningkatkan kedisiplinan siswa bukanlah tugas kesiswaan semata. Namun juga
tugas orang tua, guru, teman di rumah maupun di sekolah serta siswa itu sendiri
mengingat manfaat dari disiplin akan berpengaruh bagi kehidupan masa depannya.
B. SARAN
Berdasarkan pengamatan penelitian maka pada
kesempatan kali ini peneliti memberikan saran-saran terkait dengan menaikkan
tingkat kedisiplinan yang kiranya dapat membangun SMA Negeri 1 Kedungreja
menjadi lebih baik, yaitu :
1.
Agar menyeleksi peserta didik yang juga bermutu
dalam bidang sikap agar dapat menjadi bibit unggul nantinya.
2.
Pimpinan, guru dan karyawan agar jujur, bijaksana
dan bertanggung jawab sehingga dapat menjadi contoh bagi siswa-siswi SMA Negeri
1 Kedugreja.
3.
Adanya ketegasan dari yang berwenang dalam mengurusi
kedisiplinan siswa.
4.
Agar sering mengadakan aplikasi dan sosialisasi yang
lebih mendalam tentang manfaat disiplin bagi kehidupan masa depan agar membantu
siswa-siswi menemukan jati dirinya dan membangun masa depannya.
5.
Para siswa agar menerapkan kedisiplinan di
lingkungan keluarga.
Semoga
saran tersebut mendapatkan perhatian yang baik dan SMA Negeri 1 Kedungreja
dapat menjadi sekolah yang kedisiplinan siswanya tidak diragukan.

Ini gk ada daftar pustakanya ya kak
BalasHapusterima kasih artikelnya sangat membantu, kebetulan kami juga bergerak di bidang pengembangan aplikasi khususnya untuk absensi sekolah berbasis sms gateway terhubung langsung dengan HP orang tua, cocok juga untuk absensi pegawai kantor, untuk lebih jelasnya silahkan hubungi website kami www.schoolmantic.com
BalasHapusTerima kasih banyak mbak atas artikelnya
Hapus